Rabu, 02 Mei 2012

DAUR HIDUP CACING PERUT, CACING TAMBANG DAN CACING KREMI


a.Ascaris lumbricoides (cacing perut)

Ascaris adalah salah satu contoh cacing gilig parasit, tidak punya segmentasi tubuh dan memiliki dinding luar yang halus, bergerak dengan gerakan seperti cambuk. Cacing ini hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut.
http://4.bp.blogspot.com/_W8CnB6T2vbM/S8XHfyI9E3I/AAAAAAAABpc/RlH3ipgbSVk/s320/a11.jpg
 
























Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hemafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan sperma saat kawin.

Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur ascaris.    

DAUR HIDUP CACING PERUT:
          Cacing dewasa menghasilkan telur-telur yang akan matang di tanah, saat telur inI tertelan orang, larvanya akan melubangi dinding usus, bergerak ke hati, jantung dan/atau paru-paru.        

Sesaat di dalam paru-paru, larva berganti kulit, setelah sepuluh hari bermigrasi lewat saluran udara ke kerongkongan tempat dimana mereka akan tertelan. Dalam usus kecil cacing dewasa kawin dan betinanya menimbun telur-telur yang akan dilepaskan keluar bersama feses. Telur dalam feses ini harus mencapai mulut orang lagi untuk memulai siklus baru.


b. Ancylostoma duodenale (cacing tambang) 

          Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah tropis.Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia.Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari cacing perut.Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya.Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya.Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi.Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin.Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.

DAUR HIDUP CACING TAMBANG:
Telur dapat tetap hidup dan larva akan berkembang secara maksimum padakeadaan lembab, teduh dan tanah yang hangat, telur akan menetas 1-2 hari kemudian.Dalam 5-8 hari akan tumbuh larva infektif filariform dan dapat tetap hidup dalamtanah untuk beberapa minggu.Infeksi pada manusia didapat melalui penetrasi larva filariform yang terdapatdi tanah ke dalam kulit. Setelah masuk ke dalam kulit, pertama-tama larva di bawaaliran darah vena ke jantung bagian kanan dan kemudian ke paru-paru. Larvamenembus alveoli, bermigrasi melalui bronki ke trakea dan faring, kemudian tertelan
 
sampai ke usus kecil dan hidup di sana. Mereka melekat di mukosa, mempergunakanstruktur mulut sementara, sebelum struktur mulut permanen yang khas terbentuk.Bentuk betina mulai mengeluarkan telur kira-kira 5 (lima) bulan setelah permulaaninfeksi, meskipun periode prepaten dapat berlangsung dari 6-10 bulan. Apabila larvafilariform Ancylostoma duodenale tertelan, mereka dapat berkembang menjadi cacingdewasa dalam usus tanpa melalui siklus paru-paru

http://4.bp.blogspot.com/_W8CnB6T2vbM/S8XH5BRsaTI/AAAAAAAABpk/eLgpcZFifyY/s320/a12.jpg
 




















C.Oxyuris vermicularis (cacing kremi)     
          Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia.Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu. Infeksi cacing kremi tidak memerlukan perantara.

DAUR HIDUP CACING KREMI:
Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing ini.Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi, yaitu dilakukan ole penderita sendiri.Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.


http://4.bp.blogspot.com/_W8CnB6T2vbM/S8XHfyI9E3I/AAAAAAAABpc/RlH3ipgbSVk/s320/a11.jpg,http://www.klikdokter.com/userfiles/Pinworm.jpg,http://1.bp.blogspot.com/_W8CnB6T2vbM/S8XIPVwEegI/AAAAAAAABps/wnpuorsTvSk/s320/a13.jpg
 
































Ascaris lumbricoides merupakan hewan dioseus, yaitu hewan dengan jenis kelamin berbeda, bukan hemafrodit. Ascaris lumbricoides hanya berkembang biak secara seksual. Ascaris lumbricoides jantan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula. Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing bretina dan memindahkan sperma saat kawin.

Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan, umumnya pada anak-anak. Infeksi ini terjadi pada saat mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar telur ascaris.    

DAUR HIDUP CACING PERUT:
          Cacing dewasa menghasilkan telur-telur yang akan matang di tanah, saat telur inI tertelan orang, larvanya akan melubangi dinding usus, bergerak ke hati, jantung dan/atau paru-paru.        

Sesaat di dalam paru-paru, larva berganti kulit, setelah sepuluh hari bermigrasi lewat saluran udara ke kerongkongan tempat dimana mereka akan tertelan. Dalam usus kecil cacing dewasa kawin dan betinanya menimbun telur-telur yang akan dilepaskan keluar bersama feses. Telur dalam feses ini harus mencapai mulut orang lagi untuk memulai siklus baru.


b. Ancylostoma duodenale (cacing tambang) 

          Cacing ini dinamakan cacing tambang karena ditemukan di pertambangan daerah tropis.Cacing tambang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia.Cacing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari cacing perut.Cacing tambang Ancylostoma memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul mulut dengan 1 -4 pasang kait kitin atau gigi pada sisi ventralnya.Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya.Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi.Alat ini digunakan untuk menangkap dan memegang cacing betina saat kawin.Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya.

DAUR HIDUP CACING TAMBANG:
Telur dapat tetap hidup dan larva akan berkembang secara maksimum padakeadaan lembab, teduh dan tanah yang hangat, telur akan menetas 1-2 hari kemudian.Dalam 5-8 hari akan tumbuh larva infektif filariform dan dapat tetap hidup dalamtanah untuk beberapa minggu.Infeksi pada manusia didapat melalui penetrasi larva filariform yang terdapatdi tanah ke dalam kulit. Setelah masuk ke dalam kulit, pertama-tama larva di bawaaliran darah vena ke jantung bagian kanan dan kemudian ke paru-paru. Larvamenembus alveoli, bermigrasi melalui bronki ke trakea dan faring, kemudian tertelan
 
sampai ke usus kecil dan hidup di sana. Mereka melekat di mukosa, mempergunakanstruktur mulut sementara, sebelum struktur mulut permanen yang khas terbentuk.Bentuk betina mulai mengeluarkan telur kira-kira 5 (lima) bulan setelah permulaaninfeksi, meskipun periode prepaten dapat berlangsung dari 6-10 bulan. Apabila larvafilariform Ancylostoma duodenale tertelan, mereka dapat berkembang menjadi cacingdewasa dalam usus tanpa melalui siklus paru-paru

http://4.bp.blogspot.com/_W8CnB6T2vbM/S8XH5BRsaTI/AAAAAAAABpk/eLgpcZFifyY/s320/a12.jpg
 




















C.Oxyuris vermicularis (cacing kremi)     
          Cacing ini disebut cacing kremi karena ukurannya yang sangat kecil. sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia.Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu. Infeksi cacing kremi tidak memerlukan perantara.

DAUR HIDUP CACING KREMI:
Telur cacing dapat tertelan bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing ini.Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi, yaitu dilakukan ole penderita sendiri.Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal.Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali.


http://1.bp.blogspot.com/_W8CnB6T2vbM/S8XIPVwEegI/AAAAAAAABps/wnpuorsTvSk/s320/a13.jpg
http://www.klikdokter.com/userfiles/Pinworm.jpg
 







2 komentar: